Kota Pontianak Lingkungan Hidup Ruang Video Ruang Foto Ruang Cerita

Sunday, January 25, 2009

20 Menit Jadi Guru Dadakan

Assalamualaikum wr. wb.
Pagi yang cerah, apalagi siang ini bakal terjadi gerhana matahari sebuah tanda kekuasaan Allah SWT. Subhahanallah...Sebelumnya mau tanya dulu ni, sobat pernih berpikir tidak untuk menjadi seorang guru. Mungkin beberapa dari sobat ada yang bercita-cita menjadi guru. Apakah menjadi guru itu gampang ya??
Kemarin hari sabtu, seperti biasalah, Saya praktek TIK, hari itu kami praktek tentang desain grafis menggunakan Program Adobe Photoshop 7.0 kurang lebih 1 jam praktek, dapatlah menhasilkan 2 buah hasil editan. waktu itu kami mempelajari teknik efek blur pada foto dan juga penggabungan 2 foto menjadi 1 foto yang terlihat seperti foto penampakan (benar gak sih?) dan jam praktek kelas Saya pun selesai. pada saat itu juga guru TIK ku yang biasa kami panggil Pak Dedi, ingin aku menggantikannya sebentar untuk menjadi tutor sebaya pada anak kelas XII IPA 3, wah betapa kagetnya Saya, tapi tidak apalah,lagipula anak Kelas XII IPA 3, hampir semuanya Saya kenal. Ternyata Bapak menyuruhku menggantinya karena anaknya sedang sakit dan akan mengantarkannya pulang.
Ya sudah, mulailah saya mengajar dengan penuh percaya diri dan bahwa saya harus bisa melaksanakan amanat. Mengajar sedikit sulit, teknik pengajaran yang menggunakan infokus membuat saya sedikit bingung, karena pada layarnya tidak terlalu jelas tulisan yang nampak. Selama mengajar sih belum ada kendala. Tapi tiba-tiba infokusnya mati sendiri, wah kacau, betapa kagetnya saya saat mengetahui infokusnya mati sendiri.
Akhirnya bingung dan tidak tahu berbuat apa, namun seorang teman menyarankan untuk mengajar secara estafet. Bagus juga idenya pikir saya dalam hati ini, lalu mulailah dengan mengajar kembali secara estafet dan teknik ini lumayan berhasil. bahkan mereka lebih mudah mengerti apa yang saya jelaskan. Selang kurang lebih 20 menit, akhirnya Pak Dedi datang, akupun langsung menemuinya dan menjelaskan sedikit perihal matinya infokus tersebut. Setelah itu langsung pamit dengan sedikit terburu-buru, tak lupa Pak Dedi mengucapkan kepadaku terima kasih dan menanyakan kenapa saya perginya buru-buru, alasan saya hanya 1 yaitu ingin makan. Abis lapar sekali. Sekian deh cerita kali ini, semoga ini pengalaman yang tak pernah saya lupakan.
Wassalamualaikum wr. wb.


Bagikan :

Baca juga yang lainnya...



15 komentar:

Green School January 26, 2009 at 9:33 AM  

Good story am, semoga bisa belajar dari pengalaman itu ya, ternyata jadi guru gak gampang khan....he...he...mau jadi guru ???

a2i3s January 26, 2009 at 9:44 AM  

Wah, Kejadian yang sama pernah a2i3s alami dulu waktu SMP, dan lebih sial lagi keknya, soalnya para murid --teman sebaya-- yang menjadi murid dadakan, :P malah pada senyum2, ngga bukan menyimak, dan lebih deg2an krena ada si "dia", wkwkwkwk... finally, be no.1 ever!

salam,
Thinks Free!

Abiagi Smith January 26, 2009 at 11:35 AM  

guru dadakan..pernah juga ngalamin sih, cuma konteknya beda.
kalo aku kejadiannya saat di gunung ciremai, acaranya pelatihan untuk pendaki pemula, berhubung si trainer ga bisa nyampe puncak, kepaksa deh 2 jam orasi. bla..bla..eh akhirnya bisa juga,..

tyas January 26, 2009 at 11:52 AM  

horeee.... hebat deh jadi guru.. kalo aku pasti gemeteran berdiri di depan kelas.. jadi, skg km pada dipanggil pak guru dong sama temen2...

wahyoe January 26, 2009 at 12:08 PM  

hayoooooo buru-buru takut di suruh gantiin infokusnya thooo....hehehehe....

FuadY RahmaN January 26, 2009 at 6:37 PM  

hehehe,,,aku juga waktu sekolah sering jadi guru dadakan,,tapi seringnya mata pelajaran bahasa inggris

ayuzuricha January 26, 2009 at 11:53 PM  

jadi duru dadakan, meski dadakan kan tetap guru juga kan :) yang di gugu dan di tiru, guru :)

sobat January 27, 2009 at 1:02 PM  

Alhamdulillah kami lega sudah punya guru baru, ICT lagi. Selamat yang pak guru baru, selamat mengajar, tunggu giliran pelajaran biologi ya pak Irhamna.

Post a Comment

Silahkan komentar dengan bernilai dan berbobot.
Mohon maaf jika komentar Anda yang berbau SARA maupun SPAM akan terhapus. Untuk itu berkomentarlah sesuai dengan postingan karena Komentar Anda sangat dihargai di laman blog www.artiirhamna.com

KOMENTAR ANDA AKAN DI MODERASI TERLEBIH DAHULU

Terima Kasih.

Arti Irhamna | Disclaimer | Sitemap
Copyright © 2013. Arti Irhamna - All Rights Reserved

Template Edited by Arti Irhamna
Proudly powered by Blogger
Back to TOP