Kota Pontianak Lingkungan Hidup Ruang Video Ruang Foto Ruang Cerita

Saturday, May 02, 2009

Anto yang Selalu Termenung - Bagian 1

This is a story that can be spelled out real stories, written by myself and once in this paper Include race, despite not winning, I am proud of the results of any posts for me. please read ya buddy!
Siang itu, seperti biasa Aku pergi ke sekolah, tidak lupa sebelum pergi Aku bersalaman dengan orang tua untuk berpamitan. Sekolahku terletak di kawasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak yang merupakan masjid terbesar di Kalimantan Barat. Waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke sekolah dari rumahku kurang lebih 15 menit dengan menggunakan motor. Namun, pada hari itu, Aku sedikit terlambat, karena Ayahku saat itu sedang rapat di kantor, sehingga Aku harus menunggu Ayahku selesai dari rapatnya.
Di tengah perjalanan, sekali-kali Aku berkata kepada Ayah yang mengemudikan motornya dengan pelan.
“Ayo pak, cepat-cepat!! Udah telat ni!!” kata Aku.
“Tenang-tenang, sebentar lagi sampai, Dek” jawab Ayahku.
Tet-tet . . ., Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di sekolah, biarpun bertepatan dengan bunyi bel, yang penting tidak telat, habisnya Aku ini orangnya tidak suka telat. Setelah turun dari motor dan berpamitan dengan mencium tangan Ayahku, langsung saja Aku bergegas ke kelas dengan berlari-lari kecil.
“Assalamualaikum!!!!!” Teriak Aku setelah sampai di dalam kelas.
“Waalaikum Salam!!”, Jawab teman sekelasku.
Dengan perlahan-lahan Aku menuju bangkuku yang berada paling depan persis dekat meja guru. Saat itu, teman sebangkuku telah berada dibangkunya dengan wajah termenung memikirkan sesuatu yang tidak kuketahui. Dengan pelan-pelan Aku mendekati temanku dan langsung berteriak “Door”, terkagetlah temanku itu dengan wajah yang sangat terkejut.
Ia adalah seorang murid yang usianya sama dengan teman-temanku, biasanya mereka memanggil namanya dengan Anto, Anto layaknya murid SMA, namun ada satu hal yang sering ia lAkukan saat kegiatan pembelajaran berlangsung yaitu termenung bahkan sampai tertidur pulas di kelas. Memang ia sering melAkukan kesalahan itu, yang jelas pasti ada sebabnya.
Tidak bosan-bosannya, Aku terus berusaha untuk menginggatkannya agar tidak tidur atau termenung saat kegiatan pembelajaran berlangsung, tapi tetap saja tak berhasil dan pada hari itu perilAkunya terulang kembali.
Anto yang berasal dari daerah jawa dan bertransmigrasi ke kalimantan ini, tinggal dengan Bibinya, Aku pun tidak tahu bagaimana ia bisa bersekolah di sini. Selama berteman dengannya Aku merasa senang dan tidak merasakan hal yang ganjil pada dirinya hingga pada suatu hari, waktu itu Aku lupa hari apa, yang jelas kalau mau tahu, mulai saat itu ia sering berkunjung ke rumahku sekitar jam 9 pagi dengan menggunakan motor dan membawa 2 orang anak kecil yang menggunakan pakaian seragam sekolah SD. Dalam pikiranku, setiap kali ia datang hanya satu hal, apakah ia tidak merasakan bahwa Aku ini terganggu oleh kedatanggannya, sebab pada jam itu, Aku biasanya sedang membantu ibuku yang ada di dapur untuk memasak atau saat sedang belajar. Tapi apa boleh buat mungkin lebih baik Aku ladeni daripada mengusirnya, mohon maaf ya Anto, bukan Aku bermaksud begitu. Setelah berbincang-bincang dengannya pada saat itu, Akupun tahu kenapa di sekolah ia sering termenung dan tertidur.
Ternyata, tiap hari di rumah bibinya, ia selalu diminta bantu oleh bibinya untuk membereskan rumah. Kalau Aku jadi dia mungkin sama, Aku tak bisa menolak permintaan bibinya, sebab Aku sadar dan tahu kalau dia hanya menumpang di rumah itu. Dengar-dengar lagi, ia sering tidak bisa belajar karena membantu orang rumah untuk membereskan rumah itu. Bahkan malam-malampun berkemas-kemas. Tidak lama setelah ia berbincang-bincang padAku, kurang lebih sekitar pukul 10 pagi, diapun pamit pulang ke rumah. Perlu diketahui bahwa Bibi temanku ini mempunyai usaha sampingan yaitu berjualan makanan di kantin dan usaha konvenksi horden, terbayang tidak di dalam pikiran teman-teman, betapa repotnya temanku dalam membantu Bibinya.
Siang ini memang panas, namun semua itu menjadi terasa dingin setelah Anto datang dan mengobrol denganku melanjutkan hal-hal tentang dirinya di waktu pagi. Aku pun bertanya kepadanya mengenai cara dia pergi ke sekolah, ternyata si Anto pergi ke sekolah menggunakan sepeda, dia pergi dari rumhnya yang yang berada di Danau Sentarum pukul 11.00 WIB, sampai di sekolah sekitar pukul setengah 12.00 WIB. Bahkan jika sepedanya mengalaminya kerusakkan ia harus pergi lebih awal untuk mencari kendaraan roda 4 yaitu oplet. Sebenarnya menunggu oplet yang berada di kawasan Danau Sentarum bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah tetapi pekerjaan yang sangat membutuhkan kesabaran. Bagaimana tidak, kendaraan atau oplet tersebut beroperasi jika penumpangnya sudah penuh dan jarang sekali beroperasi atau lewat di jalan kawasan Danau Sentarum.


Bagikan :

Baca juga yang lainnya...



19 komentar:

gdpermana May 2, 2009 at 4:58 PM  

hidup memang penuh dinamika sob..hehe

semangat dan semangat itu obatnya di selingin dengan berdoa dan berusaha..he

TovaZone May 2, 2009 at 5:08 PM  

termenung boleh asal jgn kelewatan, pikiran boleh melayang kemana-mana asal kaki tetep menginjak bumi n terus berusaha ok coy....

Blok c No.3 May 2, 2009 at 5:12 PM  

lika liku kehidupan...tetap tegar, belajar, dan berusaha....tentunya berdoa...

huyuh_meong May 2, 2009 at 8:21 PM  

hmmm...

tetep semangat ajah, hidup ituhkan kayak roda yang berputar...

kadang diatas, kadang dibawah,
kadang keinjek kotoran...

hmm hmm...

(kenapa sih gw???)

Dab Penyo May 2, 2009 at 9:07 PM  

Pantang menyerah & tetap semangat, insyaAllah kita akan dapat kehidupan yg lebih baik....

NOMOR CANTIK PERDANA May 4, 2009 at 2:11 AM  

hidup itu penuh perjalanan yang berliku-liku, tetaplah tersenyum memandang hari esok yang lebih cerah lagi..

Seti@wan Dirgant@Ra May 4, 2009 at 7:52 AM  

Kehidupan kemaren adalah masa lalu, esok adalah misteri, hari adalah karunia...... nyambung kagak yah??? kagak kale........
Kuabuuur......

waluyo May 4, 2009 at 8:18 PM  

tetap mencari lubang dalam kegelapan itu wajib biar bisa melihat cahaya

artiirhamna May 7, 2009 at 10:43 AM  

Wah-wah..
kayaknya, gax pada baca dari awal deh...
ini cerita bukan tentang aku, tapi teman aku...
Huhuhu...
Baca yang bener ya!!

Post a Comment

Silahkan komentar dengan bernilai dan berbobot.
Mohon maaf jika komentar Anda yang berbau SARA maupun SPAM akan terhapus. Untuk itu berkomentarlah sesuai dengan postingan karena Komentar Anda sangat dihargai di laman blog www.artiirhamna.com

KOMENTAR ANDA AKAN DI MODERASI TERLEBIH DAHULU

Terima Kasih.

Arti Irhamna | Disclaimer | Sitemap
Copyright © 2013. Arti Irhamna - All Rights Reserved

Template Edited by Arti Irhamna
Proudly powered by Blogger
Back to TOP