Kota Pontianak Lingkungan Hidup Ruang Video Ruang Foto Ruang Cerita

Wednesday, November 18, 2009

Mengetahui Kalau Ia Tak Hijau Lagi!!



Bukan sekedar rupanya yang membuatku sedih, bukan salahnya menjadi seperti ini, bukan alam yang menjadikan ia seperti itu, hanya kesalahan kami yang tidak merawatnya dengan baik. Umurnya sekitar 3 tahun, ia bagai anak balita yang perlu diajari, perlu diajak bercanda, tapi ia sendiri, kesepian, sebatang kara.
Ia tinggal disamping rumah kami, rumah dengan cat hijau yang berpadu padan dengan rumput maupun tanaman rindang yang menambah suasana asri. Terkadang, bagai belukar karena tak diurus, terkadang indah untuk dipandang, terkadang juga tanaman di sana tergantikan oleh tanaman lain dan suasana tersebut selalu berubah seiring waktu yang terus bergulir.

Sebatang pohon yang tak akan pernah Anda ketahui, yang tertinggal hanya batang yang bercabang dan sedikit pucuk yang ingin mencoba tumbuh dan mencoba menghijau kembali. Tapi untuk menjadi hijau, ia harus mengalahkan cuaca, selama 2 bulan yang lalu, Pontianak dilanda kekeringan, kesusahan air yang mendera, terlebih lagi air ledeng yang tak mengalir, hanya mengandalkan sumur tetangga untuk menyiraminya termasuk tanaman di depan rumah kami. Terkadang air sisa mencuci beras kami gunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman, terutama Anggrek.
Ia sekarang sudah tinggi, hanya bisa dilihat di belakang balkon rumah kami. Polos, gundul dan tak hijau. Ia datang dari jauh, datang dari pulau yang memiliki puncak gunung tetinggi, pulau Papua, Papua Barat. Sedikit sekali orang yang menanam tanaman ini, tanaman ini belum pernah berbuah semenjak di tanam. Tapi perlu diketahui, kami sudah pernah mencicipi kekhasan buah ini, Ia berbentuk lonjong seperti pinang, perpaduan rasa buahnya memang unik, mirip dengan lengkeng. Tapi seperti inilah rasanya, 3 rasa dalam 1 buah, Rambutan, Durian dan Lengkeng, menjadi satu kesatuan yang tidak bisa diungkapkan.
Pohon ini bernama pohon Matoa, tumbuh baik di daerah sejuk, tapi dengan perkembangan zaman, akhirnya tanaman ini bisa berkembang baik di dataran Kalimantan. Sayangnnya kami tidak merawat dengan baik, hingga akhirnya ia tak hijau lagi, hanya melihatnya begitu saja tanpa ada perlakuan yang khusus untuk memulihkannya kembali.


Bagikan :

Baca juga yang lainnya...



51 komentar:

Lita Fishee 영원히 November 18, 2009 at 2:03 PM  

Keren...Lita setuju tuch....setuju banget....*gmana g abis nie dunia*hks...Top...lanjutkan

Ady Purwoko November 18, 2009 at 2:29 PM  

Hemem....!!!
saya sependapat dengan postingan yang saudara irhammna posting itu...
Karena itu menggabarkan betapa munafiknya setiap manusia, yang hanya mementingkan dirinya sendiri meski harus mengorbankan alam yang seharusnya dirawat ini..!!!

tovazone November 18, 2009 at 2:33 PM  

Sesungguhnya kerusakan dimuka bumi ini adalah ulah dari tangan manusia sendiri.

Adi Site's November 18, 2009 at 2:46 PM  

hem..
sedikit menambah dan mengulangg!!!
Pertama saya ingin memberi A+ kepada saudara irhamna, karena dia adlah seorang penulis yang berpikir kritis tapi dengan tema yang limitid...
Rata2 setiap postingan dari saudara irhamna adalah postingan yang dapat mengubah pola pikir setiap pembaca agar lebih berpikir kritis...
Kebanyakan setiap manusia lebih mementingkan dirinya sendiri, dia rela mengorbankan alam ini agar dia bisa hidup makmur dan sukses...
bahkan ia lupa akan pentingnya alam ini untuk dirinya dan manusia lainnya...
itulah yang dinamakan munafik...
Banyak sekali perlombaan atau sosialisasi kepada orang2 tetapi hanya dalam bentuk teori...
Sedangkan yang alam ini butuhkan adalah rasa peduli setiap manusi, bagaimana manusia itu merawat alam ini dengan sebaik mungkin dan memperaktekkanya secara langsung, baik dalam lingkup pribadi ataupun sosial...
kalua ada usaha, masi banyak waktu...
Sesunggunya Allah menyukai orang yang ingin berubah....
terimakasih...

hendrie k_bejo November 18, 2009 at 4:09 PM  

Sungguh2 Keadaan Yang Menyesakkan SOB, semua itu saLah siapa ? Oh Dunia Selamatkan lah Alamku ini !!!

rahmatpunya November 18, 2009 at 5:54 PM  

kerusakan alam akibat ulah kita yang tidak bertanggung jawab,kita hijaukan lagi lingkungan dan hutan kita....apapun yang bisa kita lakukan, lakukanlah.salam.

Facechan November 18, 2009 at 7:19 PM  

Waduh...

Kasian banget pohonnya...

Disiram aja, dikasih perhatian khusus..

Di selimutin kalo malem, jgn lupa di mandiin pohonnya...

Hheheee....

HAPIA Mesir November 18, 2009 at 9:36 PM  

iya sob...terkadang tu g cuma gundul sob..malah habis tu hutan...gundul banget alias gundul sampe akarnya....

trs semangat sob...

Alrezamittariq November 19, 2009 at 7:11 AM  

mungkin memang perlu daerah yang sejuk sob buat nanemnya...
di apapua khan sejuka karena banyak pegunungan..kalo di pontianak mungkin belum bisa karena perbedaan cuaca...

yogabama November 19, 2009 at 8:43 AM  

Peringatan demi peringatan tlah diberikan olehNya, tp manusia tak pernah sadar. Ia membangun katanya, padahal sedang merusak. Mungkinkah diperlukan kapal Nuh lagi? Kapal Nuh telah membawa peradaban baru dari sebuah peradaban yang merusak sebelumnya.

Munir Ardi November 19, 2009 at 9:19 AM  

postingan yang membuka mata hati saya jadfi teringat film wali sanga cuma mencabut rumput dengan tidak sengaja sedihnya sudah luar biasa apalagi kalau menebang pohon

alkatro November 21, 2009 at 12:28 PM  

manusia yang satu terus berusaha susah payah merawat sebaik-baiknya.. tapi sayang.. manusia yang lain dengan seenaknya merusaknya.. sepertinya kehancuran bumi tinggal menunggu waktu saja.. great post :)

Kerja Keras Adalah Energi Kita November 24, 2009 at 3:06 PM  

wah bahaya kalau sudah banyak yang seperti ini, perlu kerja keras untuk kembali seperti semula,
http://waroengdollar.blogspot.com/2009/11/kerja-keras-adalah-energi-kita.html

Frank November 24, 2009 at 3:42 PM  

bencana2 dimana2 diakibatkan oleh manusia yang tak bertanggung jawab, dengan merusak hutan...

NURA November 24, 2009 at 4:18 PM  

salam sobat
ya kalau sudah tak ada penghijauan,,lagi
makanya banjir terus di negara kita.

moenas November 24, 2009 at 4:21 PM  

sekarang sedang bencana mulu nih,,mungkin gara2 banyak pohon yg ditebang kli ya????

Saung Web November 24, 2009 at 5:57 PM  

memang bumi ini akan hancur akibat ulah tangan manusia juga.. postingan yg bagus sobat.. salam kenal.. blognya keren nih.. gimana kalau dfilanjutjuga dengan pada ngelink ???

Warung Bebas November 26, 2009 at 5:11 PM  

Ah kerusakan dimana-mana, manusia juga... tapi kenapa kita selalu menyalahkan orang lain? apa kita tidak ikut andil?

Celebrities November 26, 2009 at 5:44 PM  

kunjungan sore sahabatku, semoga dikau sehat dan sukses selalu bersama keluarga disana.
saya punya pr cuma 3 mas, boleh kan saya tukar linknya!?, langsung saya pasang ya mas!?, boleh di check di http://celebryti.blogspot.com/. jangan lupa link dan follow saya ya mas, terima kasih sebelumnya sahabatku..!

RantZ RcheL November 28, 2009 at 12:49 AM  

kang sudah ku pasang link banner nya,. pasang balik aku ya,. dari kemarin sudah ku pasang mungkin akang gak tau,,. ni dy link nya,. benner teman

dodinur November 30, 2009 at 9:19 PM  

Assalamualaikum... dulu Indonesia di juluq sbg jamrud dunia krn hutannya yg luas...tapi mengapa banyak orang yg menebang pohon secara liar...mungkin dgn postingan anda manusia bisa sadar atas kesalahannya... :-)

sda November 30, 2009 at 10:16 PM  

kalau bisa dirawat lagi, sayang bawanya jauh2 lagi...
mungkin jadi buah yang langka ya? aku belum pernah nemui....

narti November 30, 2009 at 10:19 PM  

tunas yg tumbuh bisa dipindah gak? kasian banget kalau sampai mati...
biarkan ia hijau lagi...tapi susah juga kalau tak ada air...

gallery pendidikan December 1, 2009 at 8:24 AM  

ini semua karena ulah manusia...mari kita lindungi bumi ini agar hijau kembali...

fuddy December 15, 2009 at 9:08 AM  

kasian banget ....marilah kita jaga dan pelihara lingkungan hidup... kalau mereka tak terawat..akibatnya ke manusia juga nantinya

Celebrities December 24, 2009 at 3:32 PM  

keren postingannya, terima kasih saya sudah membacanya walaupun sebentar, ditunggu komen balek mas..

Chi December 27, 2009 at 12:55 PM  

Kasihan memang. Manusia tinggal menuai hasilnya. Bumiku sudah tak hijau lagi...

Post a Comment

Silahkan komentar dengan bernilai dan berbobot.
Mohon maaf jika komentar Anda yang berbau SARA maupun SPAM akan terhapus. Untuk itu berkomentarlah sesuai dengan postingan karena Komentar Anda sangat dihargai di laman blog www.artiirhamna.com

KOMENTAR ANDA AKAN DI MODERASI TERLEBIH DAHULU

Terima Kasih.

Arti Irhamna | Disclaimer | Sitemap
Copyright © 2013. Arti Irhamna - All Rights Reserved

Template Edited by Arti Irhamna
Proudly powered by Blogger
Back to TOP