Kota Pontianak Lingkungan Hidup Ruang Video Ruang Foto Ruang Cerita

Tuesday, November 15, 2011

Rama dan Hujan Larut Malam

Langkah kakiku perlahan mengantarkanku ke tepi jalan itu, menuju parkiran bersama sahabatku, Geun. Kami berdua baru saja hendak pulang dari sebuah cafe yang terletak simpang tiga dekat poltabes.
Malam ini pulang terlarut malam, bukan, tapi sudah pagi, sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Seharusnya sebelum tengah malam atau pergantian hari, kami sudah pulang, hanya saja hujan lebat yang mengguyur kota Pontianak, membuatku harus berlama di sana.
Cafe dengan fasilitas hotspot sudah banyak ada di Kota ini dan Cafe ini jadi pilihan kami, karena lokasinya yang nyaman dan tentu saja, buka 24 jam.
Malam itu kami berdua memang sengaja datang ke sana untuk melakukan aktifitas sebagai seorang mahasiswa dengan banyak tugas yang mesti dicari alias browsing, searching, surfing di dunia maya.
Pohon-pohon palem yang berada di sekitar area cafe, tampak bergoyang-goyang. Angin mulai terasa, suasana pun tambah dingin. Kami yang sedari awal mengambil posisi duduk di luar cafe, mulai merasa tidak enak dengan cuaca.
Beberapa saat kemudian, Geun merasakan rintik-rintik hujan mulai jatuh di keningnya, aku pun juga merasakan hal yang sama. Akhirnya bergegaslah kami, termasuk pengunjung cafe lain yang berada di luar cafe berebut masuk ke dalam cafe. Maklum saja, bagian dalam cafe tak terlalu luas. Untung saja Aku dan Geun dapat tempat duduk.
Hujan masih saja gerimis, dan mulai teduh kembali, kami berdua memutuskan untuk tetap saja di dalam, takut hujan kan kembali jatuh. Dan benar saja, selang beberapa menit kemudian, hujan tidak tanggung-tanggung, lebat dan sangat lebat, semua orang yang tadi berada di luar cafe, panik karena mencari tempat berteduh.
Selama hujan berlangsung, dinginnya bukan main, untung saja aku tadi memesan Cappucinno hangat, lumayan dapat menghangatkan badan, begitupun juga dengan Geun yang tadi juga bukan pesan minuman dingin tapi hangat dan seperti biasa yang dipesannya Kopi.
Malam makin larut, hujan sama saja, tak ada redanya, tak ada jeda untuk sejenak teduh. Benar-benar lebat. Aku hanya merasa resah saja kalau tak bisa pulang, sedangkan Geun, hanya berkata kepadaku, untuk tak terlalu memikirkannya, santai saja katanya, hujan pasti berhenti.
Tugas dari tadi sepertinya belum kelar, akhirnya karena tak dapat apa-apa juga dari hasil pencarianku, ujung-ujungnya buka facebook, twitter dan tentu saja blog.Begitu juga dengan Geun, yang sedari tadi sudah membuka blog tapi blogging.Tak masalah, bagi kami berdua, blog juga bagian dari kegiatan yang positif.
Hampir 2,3 jam menunggu hujan reda, akhirnya berhenti juga dan bergegas kami untuk mengemaskan laptop kami. Geun langsung ke parkiran bersamaku, mengambil motor dan mengantarkanku pulang terlebih dahulu.
"Byuurrr!!", bunyi air tumpah.

Aku baru saja menumpahkan air dari helmku, habis basah tergenang air dan sama sekali tidak bisa dipakai dan terpaksa pulang tidak menggunakan helm. Sedangkan helm Geun selamat, hanya basah sedikit tak seperti helmku.

Dalam perjalanan, suasana jalan besar di Kota Pontianak sangat lengang, tentu saja, ini sudah sangat pagi, orang-orang sudah tidur semua, sedikit saja yang melintas di jalanan itu.

Aku merasa menggigil dalam perjalanan, terutama kepalaku, rasanya membeku, aku yang duduk dibelakang Geun hanya bisa menunduk, menghindar angin dan bersembunyi di balik punggung Geun. Geun juga tampaknya kedingingan tapi agak berkurang, karena tasnya berada di depan, sehingga angin tak terlalu terkena badannya.

15 menit perjalanan, rasanya badan semakin membeku dan aku merasa semakin larut saja dalam hujan ini, yang masih terasa rintik-rintiknya jatuh di kepala, dan tanpa sadar aku memeluk Geun dan dia sempat kaget, hanya saja, aku berkata bahwa kuhanya kedinginan, sebentar saja, sebentar lagi juga sampai di rumah, aku kedinginan dan aku terlalu larut dalam hujan ini.



Akhirnya sampai juga ku depan rumah, melepaskan sejenak tanganku dari pelukkan Geun dan turun dari motor. Geun pamit dan meninggalkanku, bergegas ia pulang ke rumahnya.


Bagikan :

Baca juga yang lainnya...



7 komentar:

Anak Kodok November 20, 2011 at 8:16 AM  

tugas jangan sampai lupa dikerjakan dan semoga tetap sehat tidak sakit setelah hujan membasahi

Post a Comment

Silahkan komentar dengan bernilai dan berbobot.
Mohon maaf jika komentar Anda yang berbau SARA maupun SPAM akan terhapus. Untuk itu berkomentarlah sesuai dengan postingan karena Komentar Anda sangat dihargai di laman blog www.artiirhamna.com

KOMENTAR ANDA AKAN DI MODERASI TERLEBIH DAHULU

Terima Kasih.

Arti Irhamna | Disclaimer | Sitemap
Copyright © 2013. Arti Irhamna - All Rights Reserved

Template Edited by Arti Irhamna
Proudly powered by Blogger
Back to TOP